![]() |
| Ibuku |
SENI RUPA LUKISAN NUSANTARA DAN
MANCANEGARA
A.
Seni Rupa Lukisan Nusantara
1. Lukisan Perburuan Rusa
R
|
aden Saleh
Syarif Bustaman (1807), pelopor seni lukis modern di Indonesia yang berhasil
menguasai gaya romantis yang lazim di Barat pada abad ke-19. Corak lukisannya
beraliran Romantis dan Naturalis. Aliran Romantisnya menampilkan karya-karya
yang berceritera dahsyat, penuh kegetiran seperti tentang perkelahian dengan
binatang buas. Sedangkan gaya naturalisnya sangat jelas nampak dalam melukis
potret. Salah satu karyanya yang beraliran romantis, bertema “Perburuan
Rusa”, pada tahun 1846 dengan media cat minyak dan kanvas.
2. Lukisan Alam
Seni rupa dengan jenis
seni lain intinya adalah sama yaitu sama-sama buatan manusia yang mengandung
ekspresi dan atau keindahan. Namun, seni rupa utamanya dinikmati oleh indra
penglihatan. Hal yang dinikmati dalam seni rupa adalah sepert apa yang telah
diuraikan sebelumnya, yakni kualitas unsur-unsur rupa yang disusun dan memiliki
kualitas harmoni, kesatuan dan ekspresi. Jadi seni rupa adalah seni yang nampak
oleh indra penglihatan dan wujudnya terdiri dari unsur rupa berupa titik, garis,
bidang atau ruang, bentuk atau wujud, warna, gelap terang, dan tekstur. Seni
rupa dapat sebagai properti pendukung jenis seni lainnya seperti seni tari dan
teater.
Apabila membahas kedua
jenis seni tersebut juga tidak lepas membahas aspek seni rupanya. Berdasarkan
wujud dan bahannya seni rupa dibedakan menjadi dua yaitu seni rupa dua
dimensional dan seni rupa tiga dimensional. Selanjutnya berdasarkan jenisnya
seni rupa terdiri dari beberapa cabang seni yakni seni lukis, seni grafis, seni
patung, seni dekorasi, seni komunikasi visual, dan seni kriya atau seni
kerajinan. Pada saat ini seni kriya berkembang menjadi seni kriya murni dan
seni kriya terpakai.Dalam buku ini tidak dibahas masing-masing cabang seni
tersebut karena cakupannya sangat luas.
3.
Lukisan Leang – leang
Zaman paleolithikum ini
ditandai dengan diketemukannya benda-benda dari batu kasar, berupa kapak
genggam (chopper) yang ditemukan di Pacitan (Jawa Timur), Parigi
(Sulawesi), Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat). Di Ngandong (Jawa
Tengah) ditemukan alat-alat dari batu beraneka warna yang berfungsi untuk
mengorek-orek ubi yang disebut flakes dan peralatan dari
tulang (bone culture). Selain itu juga ditemukan lukisan kuno di gua
Leang-leang (Sulawesi Selatan) objek lukisan di gua ini berupa telapak tangan
dan tubuh manusia.
Di Papua objek
lukisannya berupa binatang terdapat cipratan darah yang dicampur dengan lemak.
seni rupa terapan dan desain. Seni rupa murni adalah suatu karya seni yang
menggunakan media visual yang digunakan sebagai pemuas ekspresi pribadi atau
karya yang dibuat hanya digunakan untuk kepuasan dirinya sendiri. Seni rupa
murni terdiri dari seni lukis, seni grafis, seni patung, seni instalasi.
Sedangkan seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang menitikberatkan pada
aspek kegunaan atau fungsi. Seni rupa terapan terdiri dari berbagai macam hasil
karya seni kriya, baik kriya kayu, kriya kulit, kriya logam, kriya keramik,
kriya tekstil, batik. Seni rupa desain terdiri dari desain produk, desain
grafis, desain arsitektur, desain interior-eksterior.
4. Lukisan Tibet
Tangka atau gambar
gulungan adalah karya seni lukis yang unik di Tibet. Seni lukis Tangka yang
mempunyai ciri khas etnis Tibet dan bernuansa keagamaan yang kental selamanya
dipandang rakyat Tibet sebagai khazanah Tibet.
Tangka adalah lafal
dalam bahasa Tibet, artinya ialah gambar gulungan agama Buddha yang dihiasi
dengan kain sutra berwarna dan tergantung pada dinding untuk upacara
sembahyang. Biasanya Tangka berbentuk persegi panjang dengan ukuran
berbeda-beda. Gambar Tangka biasanya dilukis di atas kain kanvas dengan empat
seginya dihiasi dengan kain sutra, dan di bagian belakangnya ditulis kutipan
dari kitab agama Buddha atau teraan tangan berwarna emas atau merah seorang
lama (biksu agama Buddha). Gambar Tangka mudah digantung atau dibawa ke
mana-mana, dan juga bermanfaat untuk menyebarluaskan agama Buddha. Gambar
Tangka secara kasar terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Tangka yang dilukis dengan
tangan, Tangka di atas kain dan Tangka yang dicetak. Di antaranya, Tangka di
atas kain adalah Tangka yang paling berharga.
5. Lukisan Keraton
Dalam
lukisan berjudul “Senja”, 1987, Sudjana Kerton menghadirkan dunia rakyat bawah
dalam suatu momen yang unik, yaitu penggembala itik di waktu senja. Dunia itu
menjadi unik, karena pelukisnya mempunyai sudut pandangan yang lain, baik
secara visual maupun dalam empati jiwanya. Kerton selalu membuat gerak tubuh
rakyat jelata dalam deformasi yang mengekspresikan beban hidup, namun sekaligus
mengandung kelucuan. Dilatarbelakangi terbenamnya matahari senja dan itik-itik
yang berkelompok dalam formasi diagonal, karya ini mengembangkan suasana puitis
sekaligus tertekan.Lukisan ini menunjukkan pencapaian periode terakhirnya,
setelah ia pulang ke Indonesia dan bermukim di Bandung. Periode sebelumnya
adalah ungkapan-ungkapan yang lebih dekat dengan tren seni lukis barat ketika
ia bermukim di Eropa dan Amerika.
Dalam
periode terakhir itu Kerton lebih banyak mengungkapkan realitas kehidupan rakyat.
Dari berbagai objek dan tema yang diangkat, ia seperti tidak habis-habisnya
menimba semangat kemanusiaan para tukang becak, buruh, petani, pelacur dam
lapisan masyarakat sejenisnya. Namun demikian, bukan hanya kemurungan yang
diungkapkan dalam karya-karyanya itu, tetapi juga terangkat nilai-nilai humor
dan keunikan hidup. Hal itu bisa dilihat dari gestur-gestur tubuh, deformasi,
goresan, dan warna-warna yang kuat, serta mengekspresikan kedalaman.
6. Lukisan Berburu
Jejak
panjang seni lukis modern Indonesia dirintis oleh Raden Saleh, lantas tumbuh
dan berkembang sejak era naturalisme-realis Mooi Indie hingga kembalinya gejala
Realisme Romantik abad 21.BERBURU Banteng. Itulah judul salah satu lukisan
legendaris hasil karya Raden SalehSyarif Bustaman (18071880), pelukis pribumi
Indonesia yang disebut-sebut sebagai perintisaliran seni lukis modern (modern
art) di tanah air. Seni lukis modern ini berjarak dengan senilukis tradisional
yang telah tumbuh dan berkembang berabad-abad sebelumnya. Punya karakter dan
ciri khas sendiri . Pembentukan gaya seni rupa, pemilihan tema, pemakaian bahan
lukisan serta fungsikegunaannya berbeda dengan seni lukis tradisional. Raden
Saleh melukis dengan maksud mengembangkan bakat seni pribadi atau potensi
kreatif-artistik individu seniman, dengan wawasannya sebagai manusia budaya
baru yang berpandangan universal. Seni rupa modern tidak lagi memahat patung
nenek moyang dan menatah sertamenyinggung tokoh-tokoh pewayangan dalam
bermacam-macam bentuknya : wayang beber,kulit, golek, krucil.
Pendek
kata, seni rupa modern Indonesia sama sekali bersifat baru.Seni lukis modern
sesungguhnya dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda diIndonesia pada
sekitar abad 17. Hanya saja, perintisan seni lukis modern ini bagi
bangsaIndonesia berlangsung ”secara tidak sengaja” atau ”tanpa direncanakan”
mengingat terjadinyaperintisan di tengah-tengah kegelapan dari zaman
penjajahan, sebelum adanya kemerdekaan.Dus, ini tentu saja tidak masuk dalam
kesadaran budaya mengimgat Indonesia saat itu masihmerupakan bangsa terjajah.
7. Perahu Senja
(perahu disore hari)
Pelukis :Feri
Raharjo
Seni lukis yang merupakan nilai-nilai yang melekat pada lukisan dan
dipengaruhi oleh budaya yang dimilikipelukisnya. Yang diterapkan dalam lukisan
yang berjudul Perahu Senja (perahu disore hari) yang memang pelukisanya disore
hari menjelang matahari terbenam.
Aliran atau corak yang dibentuk dari lukisan di atasmerupakan suatu
kombinasi antara aliran realisme dengan ekspresionisme yaitu penggambaranya
sesuai dengan kenyataan hidup dan penggambaranya sesuai dengan keadaan jiwa
perupanya yang spontan pada saat melihat objek.
Pelukis terinspirasi dari suatu objek dimana objek tersebut dapat
menghadirkan suatu ketenangan bagi si penikmat yang melihatnya (pengambilanya
sewktu disore hari). Dalam penyelesaianya tidak memerlukan beberapa lama tapi
tergantung tingkat kesulitan yang dapat mempengaruhi lukisan itu, dan lukisan
itu dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1 sampai 2 minggu.
Gradasi warna diambil dari titik fokusnya terlebihdahulu, jadi warna
sebelumnya tidak sekstrim seprti itu tapi hasilnya menjadi bagus, cara
pengerjaanya lebih slow (cara pengerjaanya sepelan mungkin agar dapat
menghasilkan karya yang bagus seperti lukisan di atas.
http://vienamellanda.blogspot.com/2013/09/seni-rupa-lukisan-nusantara-dan.html




