Rabu, 24 September 2014

IBUKU CANTIK

Ibuku


SENI RUPA LUKISAN NUSANTARA DAN MANCANEGARA
A.               Seni Rupa Lukisan Nusantara

1.     Lukisan Perburuan Rusa

R
aden Saleh Syarif Bustaman (1807), pelopor seni lukis modern di Indonesia yang berhasil menguasai gaya romantis yang lazim di Barat pada abad ke-19. Corak lukisannya beraliran Romantis dan Naturalis. Aliran Romantisnya menampilkan karya-karya yang berceritera dahsyat, penuh kegetiran seperti tentang perkelahian dengan binatang buas. Sedangkan gaya naturalisnya sangat jelas nampak dalam melukis potret. Salah satu karyanya yang beraliran romantis, bertema “Perburuan Rusa”,  pada tahun 1846 dengan media  cat minyak dan kanvas.


 2. Lukisan Alam
Seni rupa dengan jenis seni lain intinya adalah sama yaitu sama-sama buatan manusia yang mengandung ekspresi dan atau keindahan. Namun, seni rupa utamanya dinikmati oleh indra penglihatan. Hal yang dinikmati dalam seni rupa adalah sepert apa yang telah diuraikan sebelumnya, yakni kualitas unsur-unsur rupa yang disusun dan memiliki kualitas harmoni, kesatuan dan ekspresi. Jadi seni rupa adalah seni yang nampak oleh indra penglihatan dan wujudnya terdiri dari unsur rupa berupa titik, garis, bidang atau ruang, bentuk atau wujud, warna, gelap terang, dan tekstur. Seni rupa dapat sebagai properti pendukung jenis seni lainnya seperti seni tari dan teater.
Apabila membahas kedua jenis seni tersebut juga tidak lepas membahas aspek seni rupanya. Berdasarkan wujud dan bahannya seni rupa dibedakan menjadi dua yaitu seni rupa dua dimensional dan seni rupa tiga dimensional. Selanjutnya berdasarkan jenisnya seni rupa terdiri dari beberapa cabang seni yakni seni lukis, seni grafis, seni patung, seni dekorasi, seni komunikasi visual, dan seni kriya atau seni kerajinan. Pada saat ini seni kriya berkembang menjadi seni kriya murni dan seni kriya terpakai.Dalam buku ini tidak dibahas masing-masing cabang seni tersebut karena cakupannya sangat luas.

3.     Lukisan Leang – leang
Zaman paleolithikum ini ditandai dengan diketemukannya benda-benda dari batu kasar, berupa kapak genggam (chopper) yang ditemukan di Pacitan (Jawa Timur), Parigi (Sulawesi), Gombong (Jawa Tengah), Sukabumi (Jawa Barat). Di Ngandong (Jawa Tengah) ditemukan alat-alat dari batu beraneka warna yang berfungsi untuk mengorek-orek ubi yang disebut flakes dan peralatan dari tulang (bone culture). Selain itu juga ditemukan lukisan kuno di gua Leang-leang (Sulawesi Selatan) objek lukisan di gua ini berupa telapak tangan dan tubuh manusia.
 Di Papua objek lukisannya berupa binatang terdapat cipratan darah yang dicampur dengan lemak. seni rupa terapan dan desain. Seni rupa murni adalah suatu karya seni yang menggunakan media visual yang digunakan sebagai pemuas ekspresi pribadi atau karya yang dibuat hanya digunakan untuk kepuasan dirinya sendiri. Seni rupa murni terdiri dari seni lukis, seni grafis, seni patung, seni instalasi. Sedangkan seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang menitikberatkan pada aspek kegunaan atau fungsi. Seni rupa terapan terdiri dari berbagai macam hasil karya seni kriya, baik kriya kayu, kriya kulit, kriya logam, kriya keramik, kriya tekstil, batik.  Seni rupa desain terdiri dari desain produk, desain grafis, desain arsitektur, desain interior-eksterior.

4.     Lukisan Tibet
Tangka atau gambar gulungan adalah karya seni lukis yang unik di Tibet. Seni lukis Tangka yang mempunyai ciri khas etnis Tibet dan bernuansa keagamaan yang kental selamanya dipandang rakyat Tibet sebagai khazanah Tibet.
Tangka adalah lafal dalam bahasa Tibet, artinya ialah gambar gulungan agama Buddha yang dihiasi dengan kain sutra berwarna dan tergantung pada dinding untuk upacara sembahyang. Biasanya Tangka berbentuk persegi panjang dengan ukuran berbeda-beda. Gambar Tangka biasanya dilukis di atas kain kanvas dengan empat seginya dihiasi dengan kain sutra, dan di bagian belakangnya ditulis kutipan dari kitab agama Buddha atau teraan tangan berwarna emas atau merah seorang lama (biksu agama Buddha). Gambar Tangka mudah digantung atau dibawa ke mana-mana, dan juga bermanfaat untuk menyebarluaskan agama Buddha. Gambar Tangka secara kasar terbagi menjadi tiga kategori, yaitu Tangka yang dilukis dengan tangan, Tangka di atas kain dan Tangka yang dicetak. Di antaranya, Tangka di atas kain adalah Tangka yang paling berharga.


5.     Lukisan Keraton
Dalam lukisan berjudul “Senja”, 1987, Sudjana Kerton menghadirkan dunia rakyat bawah dalam suatu momen yang unik, yaitu penggembala itik di waktu senja. Dunia itu menjadi unik, karena pelukisnya mempunyai sudut pandangan yang lain, baik secara visual maupun dalam empati jiwanya. Kerton selalu membuat gerak tubuh rakyat jelata dalam deformasi yang mengekspresikan beban hidup, namun sekaligus mengandung kelucuan. Dilatarbelakangi terbenamnya matahari senja dan itik-itik yang berkelompok dalam formasi diagonal, karya ini mengembangkan suasana puitis sekaligus tertekan.Lukisan ini menunjukkan pencapaian periode terakhirnya, setelah ia pulang ke Indonesia dan bermukim di Bandung. Periode sebelumnya adalah ungkapan-ungkapan yang lebih dekat dengan tren seni lukis barat ketika ia bermukim di Eropa dan Amerika.
Dalam periode terakhir itu Kerton lebih banyak mengungkapkan realitas kehidupan rakyat. Dari berbagai objek dan tema yang diangkat, ia seperti tidak habis-habisnya menimba semangat kemanusiaan para tukang becak, buruh, petani, pelacur dam lapisan masyarakat sejenisnya. Namun demikian, bukan hanya kemurungan yang diungkapkan dalam karya-karyanya itu, tetapi juga terangkat nilai-nilai humor dan keunikan hidup. Hal itu bisa dilihat dari gestur-gestur tubuh, deformasi, goresan, dan warna-warna yang kuat, serta mengekspresikan kedalaman.
6. Lukisan Berburu
Jejak panjang seni lukis modern Indonesia dirintis oleh Raden Saleh, lantas tumbuh dan berkembang sejak era naturalisme-realis Mooi Indie hingga kembalinya gejala Realisme Romantik abad 21.BERBURU Banteng. Itulah judul salah satu lukisan legendaris hasil karya Raden SalehSyarif Bustaman (18071880), pelukis pribumi Indonesia yang disebut-sebut sebagai perintisaliran seni lukis modern (modern art) di tanah air. Seni lukis modern ini berjarak dengan senilukis tradisional yang telah tumbuh dan berkembang berabad-abad sebelumnya. Punya karakter dan ciri khas sendiri . Pembentukan gaya seni rupa, pemilihan tema, pemakaian bahan lukisan serta fungsikegunaannya berbeda dengan seni lukis tradisional. Raden Saleh melukis dengan maksud mengembangkan bakat seni pribadi atau potensi kreatif-artistik individu seniman, dengan wawasannya sebagai manusia budaya baru yang berpandangan universal. Seni rupa modern tidak lagi memahat patung nenek moyang dan menatah sertamenyinggung tokoh-tokoh pewayangan dalam bermacam-macam bentuknya : wayang beber,kulit, golek, krucil.
 Pendek kata, seni rupa modern Indonesia sama sekali bersifat baru.Seni lukis modern sesungguhnya dimulai dengan masuknya penjajahan Belanda diIndonesia pada sekitar abad 17. Hanya saja, perintisan seni lukis modern ini bagi bangsaIndonesia berlangsung ”secara tidak sengaja” atau ”tanpa direncanakan” mengingat terjadinyaperintisan di tengah-tengah kegelapan dari zaman penjajahan, sebelum adanya kemerdekaan.Dus, ini tentu saja tidak masuk dalam kesadaran budaya mengimgat Indonesia saat itu masihmerupakan bangsa terjajah.

7. Perahu Senja (perahu disore hari)

Pelukis :Feri Raharjo
Seni lukis yang merupakan nilai-nilai yang melekat pada lukisan dan dipengaruhi oleh budaya yang dimilikipelukisnya. Yang diterapkan dalam lukisan yang berjudul Perahu Senja (perahu disore hari) yang memang pelukisanya disore hari menjelang matahari terbenam.
Aliran atau corak yang dibentuk dari lukisan di atasmerupakan suatu kombinasi antara aliran realisme dengan ekspresionisme yaitu penggambaranya sesuai dengan kenyataan hidup dan penggambaranya sesuai dengan keadaan jiwa perupanya yang spontan pada saat melihat objek.
Pelukis terinspirasi dari suatu objek dimana objek tersebut dapat menghadirkan suatu ketenangan bagi si penikmat yang melihatnya (pengambilanya sewktu disore hari). Dalam penyelesaianya tidak memerlukan beberapa lama tapi tergantung tingkat kesulitan yang dapat mempengaruhi lukisan itu, dan lukisan itu dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1 sampai 2 minggu.
Gradasi warna diambil dari titik fokusnya terlebihdahulu, jadi warna sebelumnya tidak sekstrim seprti itu tapi hasilnya menjadi bagus, cara pengerjaanya lebih slow (cara pengerjaanya sepelan mungkin agar dapat menghasilkan karya yang bagus seperti lukisan di atas.



http://vienamellanda.blogspot.com/2013/09/seni-rupa-lukisan-nusantara-dan.html
 



Tugas Seni Budaya ( 10 Lukisan Mancanegara )

1.Monalisa



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDiWo2wfQjLK2k8IiBPqkr-nQzsttN-jgX62kpRx5rbLJ4EdvTQgFFz1rPlhAO6SC3oE-xSi7qesR-6unoPJ11Aqv_5KijSxA4Nr31d0SUl8a2ZfMvNETcT3okM-OWVT5X74h4D2ZCtexA/s1600/images.jpgLukisan Monalisa yang juga dikenal sebagai La Gioconda di Italia dan La Joconde di Perancis diyakini banyak kalangan dilukis oleh Leonardo da Vinci pada era Renaisans yaitu tepatnya di tahun 1503. Sementara subyek lukisannya menurut sejumlah sejarawan adalah seorang wanita asal kota Florence, Italia yang bernama Lisa del Giocondo atau Lisa Gherardini, isteri dari seorang pengusaha sutera kaya, Francesco del Giocondo.

Leonardo da Vinci mengerjakan lukisan potret ini hingga tahun 1506 dan sayangnya ia tidak meninggalkan catatan apapun dalam karya legendaris tersebut hingga akhir hayat pada tahun 1519. Namun hal inilah yang membuat Monalisa menjadi masyhur karena para sejarawan mengajukan beragam teori tentang lukisan ini baik berupa motif pribadi da Vinci dalam melukis, subyek lukisan, kapan lukisan dibuat, siapa pemilik sah lukisan dan tentu saja: makna senyum si Monalisa. Lukisan Monalisa menggambarkan potret setengah badan seorang wanita usia pertengahan 20an yang berpose di sebuah teras gedung. Berbeda dengan sejumlah model lukisan potret pada masa itu yang umumnya berpose tegak lurus dan kaku, model lukisan ini terlihat santai menyilangkan tangannya di pegangan kursi sambil mengembangkan senyum tipis yang sangat misterius. Lukisan ini menjadi khas juga karena sang model lukisan tidak memakai perhiasan apapun di tubuhnya dan bahkan tidak mempunyai alis mata!
Namun sebenarnya lukisan Monalisa tidak terlalu terkenal hingga pertengahan era 1800an ketika para seniman aliran Simbolik memuji Monalisa sebagai simbol kemisteriusan wanita. Sejak saat itu Monalisa menjadi inspirasi berbagai macam puisi, lagu dan drama. Semakin terkenal lagi ketika lukisan ini dicuri pada tahun 1911 dan untungnya dua tahun kemudian diketemukan.

Monalisa merupakan salah satu karya kesayangan Leonardo da Vinci. Ini terbukti karena da Vinci terus membawa lukisan tersebut kemana pun dia pergi hingga akhir hayat. Tahun 1516, da Vinci diundang melukis ke Perancis oleh Raja Francois I. Raja yang kagum terhadap karya-karya da Vinci membeli sejumlah lukisan sang maestro termasuk lukisan Monalisa dan kemudian memajangnya di istana Château Fontainebleau. Selanjutnya, Raja Louis XIV memindahkan lukisan ke istana Versailles. Setelah Revolusi Perancis, lukisan berpindah lagi ke istana (sekarang museum) Louvre. Penguasa terkenal pasca Revolusi Perancis, Napoleon I bahkan pernah menggantung lukisan Monalisa di kamar pribadinya.

Peristiwa menggemparkan terjadi pada 21 Agustus 1911 ketika Monalisa dicuri oleh seorang karyawan museum berkebangsaan Italia, Vincenso Peruggia. Dia menyimpan Monalisa selama dua tahun di loteng kamarnya di Paris. Tahun 1913, Peruggia membawa pulang Monalisa ke Italia dan mencoba menjualnya. Dia kemudian tertangkap, namun masyarakat Italia malah menganggap Peruggia sebagai pahlawan karena berhasil ‘memulangkan’ Monalisa ke tanah airnya. Setelah dipamerkan ke publik, Pemerintah Italia akhirnya memulangkan Monalisa kembali ke ‘rumah’ di Museum Louvre, Perancis.


2.The Last Super

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKpkVgCoqgWVPYvhwwym2nHTxCO69OkZ4vnMp2nWhJiXUK88ibKMMMe5GHgdVCZ-u70oKS1RtYX-0vvnUjpQknm14IZuib08cZQsd1U0GWiBfHMFu7pUotHbN5zOIFM9zg4unobVTwtght/s400/index.jpg
Lukisan ini di beri nama The Last Supper. Namun orang Indonesia menyabutnya sebegai lukisan Perjamuan Kudus. Paadhal arti dari The Last Supper itu sendiri adalah Perjamuan Terakhir.
Lukisan yang dibuat oleh Leonardo Da Vinci ini dibuat pada tahun 1495 sampai 1498. Ukurannya 450 x 870 cm atau sekitar 15 kaki – 29 kaki.Leonardo da Vinci melukis The Last Supper pada dinding kering dengan alas di plester basah, sehingga tidak benar-benar lukisan dinding. Karena fresko tidak dapat dimodifikasi sebagai karya seniman, Leonardo malah memilih untuk menutup dinding batu dengan lapisan pitch, Gesso dan damar wangi, kemudian cat ke lapisan pemeteraian dengan tempera. Karena metode yang digunakan, potongan waktu tidak bertahan lama. Dan dalam beberapa tahun penyelesaian itu sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Dua salinan awal lukisan The Last Power ini diketahui ada, mungkin karya asisten Leonardo. Salinan hampir ukuran asli, dan telah bertahan dengan kekayaan detail keaslian yang masih utuh. Pada awal 1517 lukisan mulai rusak terkelupas. Oleh Giorgio Vasari pada tahun 1556 (kurang dari enam puluh tahun setelah lukisan itu selesai) pada biografi Leonardo Da Vinci menggambarkan lukisan sebagaimana telah hancur dan sangat rusak sehingga angka-angka yang ada pada lukisan itu tak bisa dikenali. Pada tahun 1652 gambar pintu dipotong melalui lukisan, ini masih dapat dilihat sebagai struktur berbentuk lengkung tak beraturan didekat pusat lukisan. Diyakini, melalui salinan awal, bahwa kaki Yesus berada dalam posisi yang melambangkan penyaliban yang akan datang. Lukisan yang berada dibalik tirai pada tahun 1768 tergantung di atas lukisan untuk tujuan perlindungan, agar uap air yang terkandung dalam tembok tidak merusak lukisan, dan setiap kali tirai ditarik, maka cat yang ada pada lukisan ikut menempel pada lukisan.
Ruang makan kemudian kemudian digunakan sebagai penjara tersembunyi. Barezzi Stefano pada tahun 1821, seorang ahli dalam menghilangkan seluruh lukisan dinding dari dinding-dinding mereka utuh, dipanggil untuk menghapus lukisan ke lokasi yang lebih aman, Lukisan ini rusak parah sebelum menyadari bagian tengah karya Leonardo bukanlah lukisan. Barezzi kemudian mencoba untuk menempelkan kembali bagian-bagian yang rusak dengan lem. Dari 1901-1908, Luigi pertama Cavenaghi menyelesaikan studi hati-hati dari struktur lukisan, kemudian mulai membersihkannya. Pada tahun 1924 Oreste Silvestri melakukan pembersihan lebih lanjut, dan stabil beberapa bagian dengan semacam semen.
Lukisan yang mempunya banyak misteri ini telah menjadi salah satu pokok pikiran dalam mebuat buku – buku yang telah ternama. Seperti buku karangan Dan Brown seorang penulis Amerika yang menulis buku Da Vinci Code. Yaitu salah satu buku terlaris di dunia.


3. Starry Night

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIKjzbS2bY0EDEI5CQFz7euRjfEWdygnT6mPH4yN4m5fj5Cx6jpXsvVV1eKX-aOLjxa_tTd3qnYqpc6-fDIFE5VW4TQsPHCsXqNjiWGe2krW-ricetiIRxvbBI4ttl3bdmZIjtqvojtBG1/s1600/s.jpg
Seperti judul diatas"starry starry night" saya ingin menjelaskan mengenai apa itu "starry starry night". ini merupakan salah satu judul lukisan karya dari Vincent Van Gogh, pelukis Belanda yang dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa, Lukisan ini juga dihargai sangat mahal loh:-o bahkan kabarnya tidak ternilai dan tidak akan dilepas oleh pemiliknya(museum of modern art, New York City) dan lukisan terpajang di Museum tersebut. selain lukisan ini masih banyak lukisan terkenal lainnya buatan van gogh yang terkenal salah satunya Lukisan "Potrait Dr. Gachet" yang merupakan salah satu lukisan termahal dunia yang pernah ditawar sebesar $139,5juta USD. lukisan van gogh memang sangatlah mahal sbagai pelukis ia disetarakan lohh dengan pelukis terkenal italia Pablo Picasso*woww:-o*. lukisannya mahal karena menurut kabar dia merupakan pelukis pertama yang melukis sesuai dengan gambaran keadaan hati/perasaannya.. dan lukisannya itu juga sebagai penghibur dirinya sendiri dalam kegilaan dan kesendiriannya.
 Vincent Willem van Gogh (30 Maret 1853 – 29 Juli 1890) adalah pelukis pasca-impresionis Belanda. Lukisan-lukisan dan gambar-gambarnya termasuk karya seni yang terbaik, paling terkenal, dan paling mahal di dunia. Van Gogh dianggap sebagai salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa.

Pada masa mudanya Van Gogh bekerja pada sebuah perusahaan penjual karya seni, dan setelah beberapa waktu bekerja sebagai guru, ia melayani sebagai misionaris yang bekerja di wilayah pertambangan yang sangat miskin. Ia baru menjadi seniman pada tahun 1880. Mulanya karya-karyanya menggunakan warna-warna yang suram. Baru ketika di Paris ia berjumpa dengan impresionisme dan neo-impresionisme yang warna-warnanya yang lebih cerah dan gaya lukisannya dikembangkannya menjadi sebuah gaya yang unik dan mudah dikenali. Gaya lukisannya ini mencapai tingkat perkembangannya yang penuh ketika ia tinggal di Arles, Perancis.

Awalnya mengikuti tipikal pelukis di zamannya dengan gaya impresionisme. Namun ketidakpuasan terhadap pengekangan ekspresi seni oleh pakem impresionisme membuat ia beralih pada gaya ekspresionisme.

Vincent Van gogh didiagnosa menderita epilepsi yang cukup parah. Diagnosa ini dibuat oleh 2 orang dokter berbeda yang merawatnya. Van Gogh juga pernah memotong telinganya sendiri.

Pada akhir hidupnya, ia merasa dirinya menjadi gila dan akhirnya menghabiskan sisa hidup di R.S. Jiwa Saint Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Perancis. Di R.S. Jiwa Saint Paul-de-Mausole, dan dia tetap melukis hingga menjelang ajal(29 july 1890).

http://kumpulantugassmp.blogspot.com/2012/03/tugas-seni-budaya-10-lukisan.html


Add caption